Seorang lelaki yg sangat tampan dan sempurna merasa bahwa Tuhan pasti menciptakan seorang perempuan yg sangat cantik dan sempurna pula untuk jodohnya.Karena itu ia pergi berkeliling untuk mencari jodohnya. Kemudian sampailah ia disebuah desa. Ia bertemu dengan seorang petani yg memiliki 3 anak perempuan dan semuanya sangat cantik. Lelaki tsb menemui bapak petani dan mengatakan bahwa ia ingin mengawini salah satu anaknya tapi bingung ; mana yang paling sempurna.
Sang Petani menganjurkan untuk mengencani mereka satu persatu dan si Lelaki setuju. Hari pertama ia pergi berduaan dengan anak pertama. Ketika pulang,ia berkata kepada bapak Petani," Anak pertama bapak memiliki satu cacat kecil, yaitu jempol kaki kirinya lebih kecil dari jempol kanan."
Hari berikutnya ia pergi dgn anak yang kedua dan ketika pulang dia berkata,"Anak kedua bapak juga punya cacat yang sebenarnya sangat kecil yaitu agak juling."
Akhirnya pergilah ia dengan anak yang ketiga. Begitu pulang ia dengan gembira mendatangi Petani dan berkata,"inilah yang saya cari-cari. Ia benar-benar sempurna."
Lalu menikahlah si Lelaki dgn anak ketiga Petani tersebut. Sembilan bulan kemudian si Istri melahirkan. dengan penuh kebahagian, si Lelaki menyaksikan kelahiran anak pertamanya. Ketika si anak lahir, Ia begitu kaget dan kecewa karena anaknya sangatlah jelek. Ia menemui bapak Petani dan bertanya " Kenapa bisa terjadi seperti ini Pak. Anak bapak cantik dan saya Tampan, Kenapa anak saya bisa sejelek itu..?""
Petani menjawab," Ia mempunyai satu cacat kecil yang tidak kelihatan . Waktu itu Ia sudah hamil duluan....."
Kadangkala saat kita mencari kesempurnaan, yang kita dapat kemudian kekecewaan. Tetapi kala kita siap dengan kekurangan, maka segala sesuatunya akan terasa istimewa.
Rabu, 20 Oktober 2010
Arti Sebuah Kesempurnaan..
Senin, 18 Oktober 2010
Kerinduan Seorang Bapak
Mazmur 103:13
“Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.”
Saya pernah membaca sebuah kisah, dimana ada seorang ayah yang sangat merindukan anak yang telah melarikan diri dari rumah karena mengalami konflik dengan dirinya. Setelah beberapa lama mencari kesana kemari dan tidak menemukan sang anak, bapak itu akhirnya memutuskan untuk memasang sebuah iklan di surat kabar.
Iklan itu berbunyi, “Anakku Roy, papa sangat merindukanmu nak. Pulanglah, papa telah memaafkan semua kesalahanmu. Jika engkau mau memaafkan papa, dan bersedia pulang kerumah, datanglah ke depan air mancur di taman kota besok. Papa menunggumu disana.”
Hari berikutnya, sang bapak datang ke tempat yang telah ia tentukan seperti yang tertulis dalam iklan. Namun ia begitu kaget, karena disana tidak hanya ia menemukan anaknya, namun ada puluhan orang pemuda yang bernama Roy berdatangan. Mereka adalah anak-anak muda yang rindu untuk mendapatkan pengampunan dan penerimaan tanpa syarat dari orang tuanya.
Tahukah Anda bahwa Tuhan memberikan undangan yang sama kepada umat manusia? Melalui Yesus Kristus, Bapa Sorgawi memberitakan kepada seluruh dunia bahwa Dia telah mengampuni seluruh dosa manusia dan Ia menantikan agar kita datang kepada-Nya. Ia rindu agar hubungan kita dengan Dia dipulihkan. Bapa rindu agar anak-anak-Nya kembali ke dalam pelukan-Nya. Namun, apakah kita mau datang kepada-Nya dengan kerinduan untuk menerima pemulihan hubungan itu? Hal tersebut kembali kepada kita masing-masing.
Apapun keadaan Anda, Bapa Sorgawi sedang menantikan kedatangan Anda. Ia mengasihi Anda dan tidak mengingat lagi apa yang telah lalu.
“Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.”
Saya pernah membaca sebuah kisah, dimana ada seorang ayah yang sangat merindukan anak yang telah melarikan diri dari rumah karena mengalami konflik dengan dirinya. Setelah beberapa lama mencari kesana kemari dan tidak menemukan sang anak, bapak itu akhirnya memutuskan untuk memasang sebuah iklan di surat kabar.
Iklan itu berbunyi, “Anakku Roy, papa sangat merindukanmu nak. Pulanglah, papa telah memaafkan semua kesalahanmu. Jika engkau mau memaafkan papa, dan bersedia pulang kerumah, datanglah ke depan air mancur di taman kota besok. Papa menunggumu disana.”
Hari berikutnya, sang bapak datang ke tempat yang telah ia tentukan seperti yang tertulis dalam iklan. Namun ia begitu kaget, karena disana tidak hanya ia menemukan anaknya, namun ada puluhan orang pemuda yang bernama Roy berdatangan. Mereka adalah anak-anak muda yang rindu untuk mendapatkan pengampunan dan penerimaan tanpa syarat dari orang tuanya.
Tahukah Anda bahwa Tuhan memberikan undangan yang sama kepada umat manusia? Melalui Yesus Kristus, Bapa Sorgawi memberitakan kepada seluruh dunia bahwa Dia telah mengampuni seluruh dosa manusia dan Ia menantikan agar kita datang kepada-Nya. Ia rindu agar hubungan kita dengan Dia dipulihkan. Bapa rindu agar anak-anak-Nya kembali ke dalam pelukan-Nya. Namun, apakah kita mau datang kepada-Nya dengan kerinduan untuk menerima pemulihan hubungan itu? Hal tersebut kembali kepada kita masing-masing.
Apapun keadaan Anda, Bapa Sorgawi sedang menantikan kedatangan Anda. Ia mengasihi Anda dan tidak mengingat lagi apa yang telah lalu.
Sabtu, 16 Oktober 2010
Letak Kekuatan
Ada kekuatan di dalam cinta, dan orang yang sanggup memberikan cinta adalah orang yang kuat, karena ia bisa mengalahkan keinginannya untuk mementingkan diri sendiri.
Ada kekuatan dalam tawa kegembiraan, dan orang yang tertawa gembira adalah orang yang kuat karena ia tidak pernah terlarut dengan tantangan dan cobaan.
Ada kekuatan di dalam kedamaian diri, dan orang yang dirinya penuh damai bahagia adalah orang yang kuat karena ia tidak pernah tergoyahkan dan tidak mudah diombang-ambingkan.
Ada kekuatan di dalam kemurahan, dan orang yang murah hati adalah orang yang kuat karena ia tidak pernah menahan mulut dan tangannya untuk melakukan yang baik bagi sesamanya.
Ada kekuatan di dalam kebaikan, dan orang yang baik adalah orang yang kuat karena ia selalu mampu melakukan yang baik bagi semua orang.
Ada kekuatan di dalam kesetiaan, dan orang yang setia adalah orang yang kuat karena ia bisa mengalahkan nafsu dan keinginan pribadi dengan kesetiaannya kepada Tuhan dan sesama.
Ada kekuatan di dalam kelemah-lembutan, dan orang yang lemah lembut adalah orang yang kuat, karena ia bisa menahan diri untuk tidak membalas dendam.
Ada kekuatan di dalam penguasaan diri, dan orang yang bisa menguasai diri adalah orang yang kuat karena ia bisa mengendalikan segala nafsu keduniawian.
Di situlah letak dimana semua Kekuatan Sejati berada...
Sadarilah Anda juga memiliki cukup kekuatan untuk mengatasi segala masalah Anda. Dimanapun juga, seberat dan serumit apapun juga.
Ada kekuatan dalam tawa kegembiraan, dan orang yang tertawa gembira adalah orang yang kuat karena ia tidak pernah terlarut dengan tantangan dan cobaan.
Ada kekuatan di dalam kedamaian diri, dan orang yang dirinya penuh damai bahagia adalah orang yang kuat karena ia tidak pernah tergoyahkan dan tidak mudah diombang-ambingkan.
Ada kekuatan di dalam kemurahan, dan orang yang murah hati adalah orang yang kuat karena ia tidak pernah menahan mulut dan tangannya untuk melakukan yang baik bagi sesamanya.
Ada kekuatan di dalam kebaikan, dan orang yang baik adalah orang yang kuat karena ia selalu mampu melakukan yang baik bagi semua orang.
Ada kekuatan di dalam kesetiaan, dan orang yang setia adalah orang yang kuat karena ia bisa mengalahkan nafsu dan keinginan pribadi dengan kesetiaannya kepada Tuhan dan sesama.
Ada kekuatan di dalam kelemah-lembutan, dan orang yang lemah lembut adalah orang yang kuat, karena ia bisa menahan diri untuk tidak membalas dendam.
Ada kekuatan di dalam penguasaan diri, dan orang yang bisa menguasai diri adalah orang yang kuat karena ia bisa mengendalikan segala nafsu keduniawian.
Di situlah letak dimana semua Kekuatan Sejati berada...
Sadarilah Anda juga memiliki cukup kekuatan untuk mengatasi segala masalah Anda. Dimanapun juga, seberat dan serumit apapun juga.
Kamis, 14 Oktober 2010
Doa Bapa Kami (Batak Version)
Rabu, 13 Oktober 2010
Cinta Tak Bersyarat Menyehatkan
Setiap orang pasti ingin dicintai oleh orang lain. Tidak ada satu manusia pun yang menginginkan dirinya diperlakukan kasar oleh orang lain. Cinta adalah kebutuhan seperti makanan, pakaian, dan rumah yang harus dipenuhi di dalam diri seseorang. Bila tidak, maka orang tersebut akan menjadi “monster” dan membawa pengaruh buruk bagi lingkungan sekitar.
Namun, dalam kenyataan, kita sering menemukan banyak orang yang sudah mendapatkan cinta dari orang lain, tetapi justru hidupnya merasa tertekan atau tidak bahagia? Apakah cinta dapat membuat efek negatif bagi diri manusia? Jawabannya karena cinta yang mereka dapatkan seringkali bersyarat.
Seorang ayah atau ibu akan sangat menyayangi anak-anaknya jika anak-anaknya tersebut menjadi siswa berprestasi di sekolah atau memiliki keahlian dalam bidang tertentu. Hadiah demi hadiah akan mereka berikan bila buah hatinya membawa pulang piala atau mendapatkan medali dari suatu ajang kompetisi tertentu. Apabila anak-anak mereka kalah atau rangkingnya jeblok di sekolah, maka omelan dan kata-kata kasar akan dikeluarkan oleh orang tua.
Tidak jauh berbeda pemandangan tersebut dengan hubungan sepasang suami-istri. Seorang suami akan sangat menyayangi istri jika istrinya terampil dan telaten mengurus dirinya dan juga rumah mereka. Begitu pun juga istri, ia akan sangat mencintai sang suami apabila suaminya mendapatkan banyak uang atau memiliki karir yang bagus sehingga membuat keluarga mereka menjadi terpandang di lingkungan sekitar.
Ada begitu banyak contoh cinta bersyarat yang bisa kita lihat di dunia ini dan sangat berpotensi merusak kehidupan seseorang. Seorang psikolog terkenal, Erich Fromm dalam bukunya yang berjudul The Art of Loving menulis, “orang yang dicintai karena alasan pantas atau dianggap berhak menerima cinta selalu menimbulkan keraguan: mungkin saya tak dapat membahagiakan orang yang saya inginkan dapat mencintai saya atau mungkin selalu ada rasa cemas, jangan-jangan suatu waktu cinta akan lenyap. Selain itu, cinta yang didapat karena alasan pantas menerimanya selalu meninggalkan rasa getir dalam kesan bahwa orang dicintai bukan karena dirinya, melainkan karena kemampuannya membuat orang lain senang. Ini bukan cinta, melainkan manipulasi!”
Cinta seharusnya diberikan secara cuma-cuma. Ia tidak mengharapkan balasan dari orang lain atau memberikan syarat-syarat tertentu ketika mempraktikkannya. Cinta ini sering disebut manusia sebagai cinta sejati.
Cinta sejati sangatlah menyehatkan. Cinta ini tidak membuat orang yang menerimanya merasa tertekan, justru ia akan bahagia karena diperlakukan secara tulus. Jadi, jika Anda dan orang-orang di sekeliling Anda tetap sehat, pancarkanlah cinta sejati, cinta yang tanpa syarat.
Namun, dalam kenyataan, kita sering menemukan banyak orang yang sudah mendapatkan cinta dari orang lain, tetapi justru hidupnya merasa tertekan atau tidak bahagia? Apakah cinta dapat membuat efek negatif bagi diri manusia? Jawabannya karena cinta yang mereka dapatkan seringkali bersyarat.
Seorang ayah atau ibu akan sangat menyayangi anak-anaknya jika anak-anaknya tersebut menjadi siswa berprestasi di sekolah atau memiliki keahlian dalam bidang tertentu. Hadiah demi hadiah akan mereka berikan bila buah hatinya membawa pulang piala atau mendapatkan medali dari suatu ajang kompetisi tertentu. Apabila anak-anak mereka kalah atau rangkingnya jeblok di sekolah, maka omelan dan kata-kata kasar akan dikeluarkan oleh orang tua.
Tidak jauh berbeda pemandangan tersebut dengan hubungan sepasang suami-istri. Seorang suami akan sangat menyayangi istri jika istrinya terampil dan telaten mengurus dirinya dan juga rumah mereka. Begitu pun juga istri, ia akan sangat mencintai sang suami apabila suaminya mendapatkan banyak uang atau memiliki karir yang bagus sehingga membuat keluarga mereka menjadi terpandang di lingkungan sekitar.
Ada begitu banyak contoh cinta bersyarat yang bisa kita lihat di dunia ini dan sangat berpotensi merusak kehidupan seseorang. Seorang psikolog terkenal, Erich Fromm dalam bukunya yang berjudul The Art of Loving menulis, “orang yang dicintai karena alasan pantas atau dianggap berhak menerima cinta selalu menimbulkan keraguan: mungkin saya tak dapat membahagiakan orang yang saya inginkan dapat mencintai saya atau mungkin selalu ada rasa cemas, jangan-jangan suatu waktu cinta akan lenyap. Selain itu, cinta yang didapat karena alasan pantas menerimanya selalu meninggalkan rasa getir dalam kesan bahwa orang dicintai bukan karena dirinya, melainkan karena kemampuannya membuat orang lain senang. Ini bukan cinta, melainkan manipulasi!”
Cinta seharusnya diberikan secara cuma-cuma. Ia tidak mengharapkan balasan dari orang lain atau memberikan syarat-syarat tertentu ketika mempraktikkannya. Cinta ini sering disebut manusia sebagai cinta sejati.
Cinta sejati sangatlah menyehatkan. Cinta ini tidak membuat orang yang menerimanya merasa tertekan, justru ia akan bahagia karena diperlakukan secara tulus. Jadi, jika Anda dan orang-orang di sekeliling Anda tetap sehat, pancarkanlah cinta sejati, cinta yang tanpa syarat.
Selasa, 12 Oktober 2010
Bible's Way For Success
RINDU MENYENANGKAN TUHAN? BERSIAPLAH UNTUK SUKSES, KARENA TUHAN SENANG BILA ANDA SUKSES
Tahukah Anda, Alkitab mengandung rahasia-rahasia sukses sejati? Baik sukses memperoleh hidup kekal di surga (Yohanes 3:16), maupun sukses memperoleh hidup berlimpah di dunia (Yohanes 10:10). Terinspirasi dari hidup Yesus – Sang Pemimpin Tersukses -- buku BIBLE’S WAY FOR SUCCESS menolong Anda menemukan petunjuk-petunjuk hidup sukses yang sederhana namun aplikatif dan efektif untuk mengatasi tantangan dunia di akhir zaman.
Buku ini pasti menolong umat TUHAN yang ingin bangkit dari kegagalan dan kemalangan menuju keberhasilan dan keberuntungan serta mempertahankan dan mewariskan sukses, memotivasi Anda yang ingin menyenangkan hati TUHAN melalui hidup Anda, membukakan mata rohani Anda yang ingin mengenalNya dari sudut pandang yang baru dan berbeda, maupun alat pelengkap Anda yang rindu menolong orang lain mengenal Yesus secara bermanfaat dan simpatik.
Inilah solusi terbaik bagi umat TUHAN untuk menang atas masa kesukaran di akhir zaman, kontribusi terbaik di tengah perjuangan Anda untuk hidup lebih berkualitas, dan persembahan terbaik bagi orang yang rindu semakin merasakan kepedulian dan kehadiran TUHAN di hidup kita. Ini saatnya mengalami janji TUHAN bagi kita karena bukan hanya mujizat itu nyata tetapi juga sukses itu nyata!
Jonathan Prawira – selama lebih dari sepuluh tahun melayani umat TUHAN di seluruh dunia melalui ribuan lagu-lagu rohani yang ditulisnya. Sejak tahun 2005-2009 terpilih meraih penghargaan sebagai penulis lagu rohani terbaik versi IGMA. Penulis buku inspirasi Hati Sebagai Hamba, Mujizat Itu Nyata, Never Give Up, dan Driven Purpose Worship ini aktif melayani sebagai pemuji dan inspirator rohani di berbagai gereja di seluruh Indonesia dan berbagai media. Visinya saat ini adalah menolong gereja membangun penyembah sejati yang sukses di akhir zaman, baik di komunitas Power Of Worship di Jakarta dan berbagai wilayah lainnya.
Tahukah Anda, Alkitab mengandung rahasia-rahasia sukses sejati? Baik sukses memperoleh hidup kekal di surga (Yohanes 3:16), maupun sukses memperoleh hidup berlimpah di dunia (Yohanes 10:10). Terinspirasi dari hidup Yesus – Sang Pemimpin Tersukses -- buku BIBLE’S WAY FOR SUCCESS menolong Anda menemukan petunjuk-petunjuk hidup sukses yang sederhana namun aplikatif dan efektif untuk mengatasi tantangan dunia di akhir zaman.
Buku ini pasti menolong umat TUHAN yang ingin bangkit dari kegagalan dan kemalangan menuju keberhasilan dan keberuntungan serta mempertahankan dan mewariskan sukses, memotivasi Anda yang ingin menyenangkan hati TUHAN melalui hidup Anda, membukakan mata rohani Anda yang ingin mengenalNya dari sudut pandang yang baru dan berbeda, maupun alat pelengkap Anda yang rindu menolong orang lain mengenal Yesus secara bermanfaat dan simpatik.
Inilah solusi terbaik bagi umat TUHAN untuk menang atas masa kesukaran di akhir zaman, kontribusi terbaik di tengah perjuangan Anda untuk hidup lebih berkualitas, dan persembahan terbaik bagi orang yang rindu semakin merasakan kepedulian dan kehadiran TUHAN di hidup kita. Ini saatnya mengalami janji TUHAN bagi kita karena bukan hanya mujizat itu nyata tetapi juga sukses itu nyata!
Jonathan Prawira – selama lebih dari sepuluh tahun melayani umat TUHAN di seluruh dunia melalui ribuan lagu-lagu rohani yang ditulisnya. Sejak tahun 2005-2009 terpilih meraih penghargaan sebagai penulis lagu rohani terbaik versi IGMA. Penulis buku inspirasi Hati Sebagai Hamba, Mujizat Itu Nyata, Never Give Up, dan Driven Purpose Worship ini aktif melayani sebagai pemuji dan inspirator rohani di berbagai gereja di seluruh Indonesia dan berbagai media. Visinya saat ini adalah menolong gereja membangun penyembah sejati yang sukses di akhir zaman, baik di komunitas Power Of Worship di Jakarta dan berbagai wilayah lainnya.
Senin, 11 Oktober 2010
Jesus' Disciples
Disciple: A follower of person or idea: somebody who believes in and follows the teachings of a leader, a philosophy, or a religion.
The verses below cause me to think Christians take the idea of being Jesus’ disciple way too lightly.
Mt:10:24-25: The disciple is not above his master, nor the servant above his lord. 5: It is enough for the disciple that he be as his master, and the servant as his lord. If they have called the master of the house Beelzebub, how much more shall they call them of his household?
Lk:6:40: The disciple is not above his master: but every one that is perfect shall be as his master.
(These two scriptures say that Jesus’ disciples should be modeling their lives after Him. And that they should be prepared to suffer persecution because they are His disciples.)
Lk:14:26-33: If any man come to me, and hate not his father, and mother, and wife, and children, and brethren, and sisters, yea, and his own life also, he cannot be my disciple. 27: And whosoever doth not bear his cross, and come after me, cannot be my disciple. 28: For which of you, intending to build a tower, sitteth not down first, and counteth the cost, whether he have sufficient to finish it? 29: Lest haply, after he hath laid the foundation, and is not able to finish it, all that behold it begin to mock him, 30: Saying, This man began to build, and was not able to finish. 31: Or what king, going to make war against another king, sitteth not down first, and consulteth whether he be able with ten thousand to meet him that cometh against him with twenty thousand? 32: Or else, while the other is yet a great way off, he sendeth an ambassage, and desireth conditions of peace. 33: So likewise, whosoever he be of you that forsaketh not all that he hath, he cannot be my disciple.
(This scriptures says that Jesus’ disciples are supposed to put Him first in their lives, even to the forsaking all other interests, if those interests conflict with their mission of being Christ’s disciple.)
Matt: 28:18-20: And Jesus came and spake unto them, saying, All power is given unto me in heaven and in earth. 19: Go ye therefore, and teach all nations, baptizing them in the name of the Father, and of the Son, and of the Holy Ghost: 20: Teaching them to observe all things whatsoever I have commanded you: and, lo, I am with you alway, even unto the end of the world.
Amen.
(This scripture says The Great Commission is to make disciples for Jesus of all nations. Is that what is taking place? Do we really comprehend the scope of this concept? Can you imagine a church--all churches living and talking and ministering as Jesus did? We would not marvel at what He said in Jn: 14:12-14, if we did.)
Jn: 14:12-14: Verily, verily, I say unto you, He that believeth on me, the works that I do shall he do also; and greater works than these shall he do; because I go unto my Father.13: And whatsoever ye shall ask in my name, that will I do, that the Father may be glorified in the Son. 14: If ye shall ask any thing in my name, I will do it. 15: If ye love me, keep my commandments.
The verses below cause me to think Christians take the idea of being Jesus’ disciple way too lightly.
Mt:10:24-25: The disciple is not above his master, nor the servant above his lord. 5: It is enough for the disciple that he be as his master, and the servant as his lord. If they have called the master of the house Beelzebub, how much more shall they call them of his household?
Lk:6:40: The disciple is not above his master: but every one that is perfect shall be as his master.
(These two scriptures say that Jesus’ disciples should be modeling their lives after Him. And that they should be prepared to suffer persecution because they are His disciples.)
Lk:14:26-33: If any man come to me, and hate not his father, and mother, and wife, and children, and brethren, and sisters, yea, and his own life also, he cannot be my disciple. 27: And whosoever doth not bear his cross, and come after me, cannot be my disciple. 28: For which of you, intending to build a tower, sitteth not down first, and counteth the cost, whether he have sufficient to finish it? 29: Lest haply, after he hath laid the foundation, and is not able to finish it, all that behold it begin to mock him, 30: Saying, This man began to build, and was not able to finish. 31: Or what king, going to make war against another king, sitteth not down first, and consulteth whether he be able with ten thousand to meet him that cometh against him with twenty thousand? 32: Or else, while the other is yet a great way off, he sendeth an ambassage, and desireth conditions of peace. 33: So likewise, whosoever he be of you that forsaketh not all that he hath, he cannot be my disciple.
(This scriptures says that Jesus’ disciples are supposed to put Him first in their lives, even to the forsaking all other interests, if those interests conflict with their mission of being Christ’s disciple.)
Matt: 28:18-20: And Jesus came and spake unto them, saying, All power is given unto me in heaven and in earth. 19: Go ye therefore, and teach all nations, baptizing them in the name of the Father, and of the Son, and of the Holy Ghost: 20: Teaching them to observe all things whatsoever I have commanded you: and, lo, I am with you alway, even unto the end of the world.
Amen.
(This scripture says The Great Commission is to make disciples for Jesus of all nations. Is that what is taking place? Do we really comprehend the scope of this concept? Can you imagine a church--all churches living and talking and ministering as Jesus did? We would not marvel at what He said in Jn: 14:12-14, if we did.)
Jn: 14:12-14: Verily, verily, I say unto you, He that believeth on me, the works that I do shall he do also; and greater works than these shall he do; because I go unto my Father.13: And whatsoever ye shall ask in my name, that will I do, that the Father may be glorified in the Son. 14: If ye shall ask any thing in my name, I will do it. 15: If ye love me, keep my commandments.
Sabtu, 09 Oktober 2010
Kasih = Ketaatan
Yohanes 14:21
“Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”
“Jika kamu benar-benar mengasihi Ayah, kamu tidak hanya akan mengatakan “ya” saja; tapi kamu benar-benar akan melakukannya,” demikian ujar seorang ayah kepada anak perempuannya.
Ayah ini ingin melihat bukti kasih dari anaknya, bukan sekedar janji manis di mulut saja. Kata-kata tidaklah cukup, ketaatan harus disertai tindakan. Jika sang anak benar-benar melakukan yang diperintahkannya, bahkan tanpa diingatkan kembali, sang ayah tahu bahwa anaknya tersebut benar-benar ingin menyenangkan hatinya.
Yesus tahu benar hubungan antara kasih dan ketaatan ini. Yesus telah memberi tahu kita cara menyenangkan hatinya: “Jika kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti perintah-perintah-Ku.”
Tidak ada yang dapat menggantikan ketaatan sejati terhadap kehendak Allah. Standar Allah sangat jelas, kasih sama dengan ketaatan.
Saul, sang raja pertama Israel tidak tahu artinya ketaatan ini. Itu sebabnya Nabi Samuel menegurnya dengan sangat keras: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.” (I Samuel 15:22). Ketaatan Anda lebih penting daripada persembahan yang Anda bisa berikan.
Jika Anda mengatakan bahwa Anda mengasihi Tuhan, tunjukkanlah hal tersebut dengan ketaatan Anda pada perintah-perintah Tuhan.
“Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”
“Jika kamu benar-benar mengasihi Ayah, kamu tidak hanya akan mengatakan “ya” saja; tapi kamu benar-benar akan melakukannya,” demikian ujar seorang ayah kepada anak perempuannya.
Ayah ini ingin melihat bukti kasih dari anaknya, bukan sekedar janji manis di mulut saja. Kata-kata tidaklah cukup, ketaatan harus disertai tindakan. Jika sang anak benar-benar melakukan yang diperintahkannya, bahkan tanpa diingatkan kembali, sang ayah tahu bahwa anaknya tersebut benar-benar ingin menyenangkan hatinya.
Yesus tahu benar hubungan antara kasih dan ketaatan ini. Yesus telah memberi tahu kita cara menyenangkan hatinya: “Jika kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti perintah-perintah-Ku.”
Tidak ada yang dapat menggantikan ketaatan sejati terhadap kehendak Allah. Standar Allah sangat jelas, kasih sama dengan ketaatan.
Saul, sang raja pertama Israel tidak tahu artinya ketaatan ini. Itu sebabnya Nabi Samuel menegurnya dengan sangat keras: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.” (I Samuel 15:22). Ketaatan Anda lebih penting daripada persembahan yang Anda bisa berikan.
Jika Anda mengatakan bahwa Anda mengasihi Tuhan, tunjukkanlah hal tersebut dengan ketaatan Anda pada perintah-perintah Tuhan.
Jumat, 08 Oktober 2010
Cinta Tulus Seorang Anak Kecil
Suatu pagi yang sunyi, di suatu desa kecil di Korea, ada sebuah bangunan kayu mungil yang atapnya ditutupi oleh seng-seng. Itu adalah rumah yatim piatu di mana banyak anak tinggal akibat orang tua mereka meninggal dalam perang.
Tiba-tiba, kesunyian pagi itu dipecahkan oleh bunyi mortir yang jatuh di atas rumah yatim piatu itu. Atapnya hancur oleh ledakan, dan kepingan-kepingan seng mental ke seluruh ruangan sehingga membuat banyak anak yatim piatu terluka. Ada seorang gadis kecil yang terluka di bagian kaki oleh kepingan seng tersebut, dan kakinya hampir putus. Ia terbaring di atas puing-puing ketika ditemukan, P3K segera dilakukan dan seseorang dikirim dengan segera ke rumah sakit terdekat untuk meminta pertolongan.
Ketika para dokter dan perawat tiba, mereka mulai memeriksa anak-anak yang terluka. Ketika dokter melihat gadis kecil itu, ia menyadari bahwa pertolongan yang paling dibutuhkan oleh gadis itu secepatnya adalah darah. Ia segera melihat arsip yatim piatu untuk mengetahui apakah ada orang yang memiliki golongan darah yang sama.
Perawat yang bisa berbicara bahasa Korea mulai memanggil nama-nama anak yang memiliki golongan darah yang sama dengan gadis kecil itu. Kemudian beberapa menit kemudian, setelah terkumpul anak-anak yang memiliki golongan darah yang sama, dokter berbicara kepada kelompok anak-anak itu dan perawat menerjemahkan, “Apakah ada di antara kalian yang bersedia memberikan darahnya utk gadis kecil ini?" Anak-anak tersebut tampak ketakutan, tetapi tidak ada yang berbicara. Sekali lagi dokter itu memohon, "Tolong, apakah ada di antara kalian yang bersedia memberikan darahnya untuk teman kalian? Karena jika tidak ia akan meninggal!"
Akhirnya, ada seorang bocah laki-laki di belakang mengangkat tangannya dan perawat membaringkannya di ranjang untuk mempersiapkan proses transfusi darah.Ketika perawat mengangkat lengan bocah untuk membersihkannya, bocah itu mulai gelisah.
"Tenang saja," kata perawat itu, "Tidak akan sakit kok."
Lalu dokter mulai memasukan jarum, ia mulai menangis.
"Apakah sakit?" tanya dokter itu.
Tetapi bocah itu malah menangis lebih kencang. "Aku telah menyakiti bocah ini!" kata dokter itu dalam hati dan mencoba untuk meringankan sakit bocah itu dengan menenangkannya, tetapi tidak ada gunanya. Setelah beberapa lama, proses transfusi telah selesai dan dokter itu minta perawat untuk bertanya kepada bocah itu.
"Apakah sakit?"
Bocah itu menjawab, "Tidak, tidak sakit."
"Lalu kenapa kamu menangis?" tanya dokter itu.
"Karena aku sangat takut untuk meninggal" jawab bocah itu.
Dokter itu tercengang.
"Kenapa kamu berpikir bahwa kamu akan meninggal?"
Dengan air mata di pipinya, bocah itu menjawab, "Karena aku kira untuk menyelamatkan gadis itu aku harus menyerahkan seluruh darahku…"
Dokter itu tidak bisa berkata apa-apa, kemudian ia bertanya, "Lalu jika kamu pikir kamu akan meninggal, kenapa kamu bersedia untuk memberikan darahmu?"Sambil terisak ia berkata, "Karena dia adalah temanku, dan aku mengasihinya...”
Anak ini tahu bahwa karena kasihnya ia harus berkorban, namun ia tetap rela mati demi menyelamatkan seorang temannya. Mari kita teladani kasih yang tulus seperti kisah anak kecil diatas. Wujudkan kepedulian kita pada sesama dalam tindakan nyata, sekalipun untuk itu menuntut pengorbanan dari hidup kita.
Tiba-tiba, kesunyian pagi itu dipecahkan oleh bunyi mortir yang jatuh di atas rumah yatim piatu itu. Atapnya hancur oleh ledakan, dan kepingan-kepingan seng mental ke seluruh ruangan sehingga membuat banyak anak yatim piatu terluka. Ada seorang gadis kecil yang terluka di bagian kaki oleh kepingan seng tersebut, dan kakinya hampir putus. Ia terbaring di atas puing-puing ketika ditemukan, P3K segera dilakukan dan seseorang dikirim dengan segera ke rumah sakit terdekat untuk meminta pertolongan.
Ketika para dokter dan perawat tiba, mereka mulai memeriksa anak-anak yang terluka. Ketika dokter melihat gadis kecil itu, ia menyadari bahwa pertolongan yang paling dibutuhkan oleh gadis itu secepatnya adalah darah. Ia segera melihat arsip yatim piatu untuk mengetahui apakah ada orang yang memiliki golongan darah yang sama.
Perawat yang bisa berbicara bahasa Korea mulai memanggil nama-nama anak yang memiliki golongan darah yang sama dengan gadis kecil itu. Kemudian beberapa menit kemudian, setelah terkumpul anak-anak yang memiliki golongan darah yang sama, dokter berbicara kepada kelompok anak-anak itu dan perawat menerjemahkan, “Apakah ada di antara kalian yang bersedia memberikan darahnya utk gadis kecil ini?" Anak-anak tersebut tampak ketakutan, tetapi tidak ada yang berbicara. Sekali lagi dokter itu memohon, "Tolong, apakah ada di antara kalian yang bersedia memberikan darahnya untuk teman kalian? Karena jika tidak ia akan meninggal!"
Akhirnya, ada seorang bocah laki-laki di belakang mengangkat tangannya dan perawat membaringkannya di ranjang untuk mempersiapkan proses transfusi darah.Ketika perawat mengangkat lengan bocah untuk membersihkannya, bocah itu mulai gelisah.
"Tenang saja," kata perawat itu, "Tidak akan sakit kok."
Lalu dokter mulai memasukan jarum, ia mulai menangis.
"Apakah sakit?" tanya dokter itu.
Tetapi bocah itu malah menangis lebih kencang. "Aku telah menyakiti bocah ini!" kata dokter itu dalam hati dan mencoba untuk meringankan sakit bocah itu dengan menenangkannya, tetapi tidak ada gunanya. Setelah beberapa lama, proses transfusi telah selesai dan dokter itu minta perawat untuk bertanya kepada bocah itu.
"Apakah sakit?"
Bocah itu menjawab, "Tidak, tidak sakit."
"Lalu kenapa kamu menangis?" tanya dokter itu.
"Karena aku sangat takut untuk meninggal" jawab bocah itu.
Dokter itu tercengang.
"Kenapa kamu berpikir bahwa kamu akan meninggal?"
Dengan air mata di pipinya, bocah itu menjawab, "Karena aku kira untuk menyelamatkan gadis itu aku harus menyerahkan seluruh darahku…"
Dokter itu tidak bisa berkata apa-apa, kemudian ia bertanya, "Lalu jika kamu pikir kamu akan meninggal, kenapa kamu bersedia untuk memberikan darahmu?"Sambil terisak ia berkata, "Karena dia adalah temanku, dan aku mengasihinya...”
Anak ini tahu bahwa karena kasihnya ia harus berkorban, namun ia tetap rela mati demi menyelamatkan seorang temannya. Mari kita teladani kasih yang tulus seperti kisah anak kecil diatas. Wujudkan kepedulian kita pada sesama dalam tindakan nyata, sekalipun untuk itu menuntut pengorbanan dari hidup kita.
Kamis, 07 Oktober 2010
Rayakanlah Sobat..
Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar - Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.
Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu - Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
Sebelum engkau mengeluh tentang pacar, suami atau isterimu - Ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan meminta pasangan hidup.
Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu - Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat dipanggil Tuhan.
Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu - Ingatlah akan seseorang yang begitu mengaharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.
Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor, dan tidak ada yang membersihkan atau menyapu lantai - Ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal di jalanan.
Sebelum merengek karena harus menyopir terlalu jauh - Ingatlah akan sesorang yang harus berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sama.
Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu - Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.
Sebelum engkau menuding atau menyalahkan orang lain - Ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa dan kita harus menghadap pengadilan Tuhan.
Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu - Pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.
Hidup adalah anugerah, jalanilah, nikmatilah, rayakan dan isilah itu Hidup adalah semata-mata untuk mengasihi, dikasihi dan saling berbagi kasih..
Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu - Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
Sebelum engkau mengeluh tentang pacar, suami atau isterimu - Ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan meminta pasangan hidup.
Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu - Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat dipanggil Tuhan.
Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu - Ingatlah akan seseorang yang begitu mengaharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.
Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor, dan tidak ada yang membersihkan atau menyapu lantai - Ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal di jalanan.
Sebelum merengek karena harus menyopir terlalu jauh - Ingatlah akan sesorang yang harus berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sama.
Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu - Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.
Sebelum engkau menuding atau menyalahkan orang lain - Ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa dan kita harus menghadap pengadilan Tuhan.
Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu - Pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.
Hidup adalah anugerah, jalanilah, nikmatilah, rayakan dan isilah itu Hidup adalah semata-mata untuk mengasihi, dikasihi dan saling berbagi kasih..
Rabu, 06 Oktober 2010
Pernahkah Kamu Merasa Bosan ?
Pada awalnya manusialah yang menciptakan kebiasaan. Namun lama kelamaan, kebiasaanlah yang menentukan tingkah laku manusia.
Ada seorang yang hidupnya amat miskin. Namun walaupun ia miskin ia tetap rajin membaca. Suatu hari secara tak sengaja ia membaca sebuah buku kuno. Buku itu mengatakan bahwa di sebuah pantai tertentu ada sebuah batu yang hidup, yang bisa mengubah benda apa saja menjadi emas.
Setelah mempelajari isi buku itu dan memahami seluk-beluk batu tersebut, iapun berangkat menuju pantai yang disebutkan dalam buku kuno itu.
Dikatakan dalam buku itu bahwa batu ajaib itu agak hangat bila dipegang, seperti halnya bila kita menyentuh makhluk hidup lainnya.
Setiap hari pemuda itu memungut batu, merasakan suhu batu tersebut lalu membuangnya ke laut dalam setelah tahu kalau batu dalam genggamannya itu dingin-dingin saja.
Satu batu, dua batu, tiga batu dipungutnya dan dilemparkannya kembali ke dalam laut.
Satu hari, dua hari, satu minggu, setahun ia berada di pantai itu.
Kini menggenggam dan membuang batu telah menjadi kebiasaannya.
Suatu hari secara tak sadar, batu yang dicari itu tergenggam dalam tangannya. Namun karena ia telah terbiasa membuang batu ke laut, maka batu ajaib itupun tak luput terbang ke laut dalam.
Lelaki miskin itu melanjutkan 'permainannya' memungut dan membuang batu. Ia kini lupa apa yang sedang dicarinya.
Teman, pernahkah kita merasakan kalau hidup ini hanyalah suatu rentetan perulangan yang membosankan? Dari kecil, kita sebenarnya sudah dapat merasakannya, kita harus bangun pagi-pagi untuk bersekolah, lalu pada siangnya kita pulang, mungkin sambil melakukan aktifitas lainnya, seperti belajar, nonton TV, tidur, lalu pada malamnya makan malam, kemudian tidur, keesokkan harinya kita kembali bangun pagi untuk bersekolah, dan melakukan aktifitas seperti hari kemarin, hal itu berulang kali kita lakukan bertahun-tahun !! Hingga akhirnya tiba saatnya untuk kita bekerja, tak jauh beda dengan bersekolah, kita harus bangun pagi-pagi untuk berangkat ke kantor, lalu pulang pada sore/malam harinya, kemudian kita tidur, keesokan harinya kita harus kembali bekerja lagi, dan melakukan aktifitas yang sama seperti kemarin, sampai kapan?
Pernahkah kita merasa bosan dengan aktifitas hidup kita?
Kalau ada di antara teman²ku ada yang merasakan demikian, dengarkanlah nasehatku ini :
"Bila hidup ini cuman suatu rentetan perulangan yang membosankan, maka kita akan kehilangan kesempatan untuk menemukan nilai baru di balik setiap peristiwa hidup."
Artinya, jangan melihat aktifitas yang kita lakukan ini sebagai suatu kebiasaan atau rutinitas , karena jika kita menganggap demikian, maka aktifitas kita akan amat sangat membosankan !!
Cobalah maknai setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup kita, mungkin kamu akan menemukan suatu yang baru, sesuatu yang belum pernah kamu ketahui sebelumnya, "Setiap hari merupakan hadiah baru yang menyimpan sejuta arti."
Ada seorang yang hidupnya amat miskin. Namun walaupun ia miskin ia tetap rajin membaca. Suatu hari secara tak sengaja ia membaca sebuah buku kuno. Buku itu mengatakan bahwa di sebuah pantai tertentu ada sebuah batu yang hidup, yang bisa mengubah benda apa saja menjadi emas.
Setelah mempelajari isi buku itu dan memahami seluk-beluk batu tersebut, iapun berangkat menuju pantai yang disebutkan dalam buku kuno itu.
Dikatakan dalam buku itu bahwa batu ajaib itu agak hangat bila dipegang, seperti halnya bila kita menyentuh makhluk hidup lainnya.
Setiap hari pemuda itu memungut batu, merasakan suhu batu tersebut lalu membuangnya ke laut dalam setelah tahu kalau batu dalam genggamannya itu dingin-dingin saja.
Satu batu, dua batu, tiga batu dipungutnya dan dilemparkannya kembali ke dalam laut.
Satu hari, dua hari, satu minggu, setahun ia berada di pantai itu.
Kini menggenggam dan membuang batu telah menjadi kebiasaannya.
Suatu hari secara tak sadar, batu yang dicari itu tergenggam dalam tangannya. Namun karena ia telah terbiasa membuang batu ke laut, maka batu ajaib itupun tak luput terbang ke laut dalam.
Lelaki miskin itu melanjutkan 'permainannya' memungut dan membuang batu. Ia kini lupa apa yang sedang dicarinya.
Teman, pernahkah kita merasakan kalau hidup ini hanyalah suatu rentetan perulangan yang membosankan? Dari kecil, kita sebenarnya sudah dapat merasakannya, kita harus bangun pagi-pagi untuk bersekolah, lalu pada siangnya kita pulang, mungkin sambil melakukan aktifitas lainnya, seperti belajar, nonton TV, tidur, lalu pada malamnya makan malam, kemudian tidur, keesokkan harinya kita kembali bangun pagi untuk bersekolah, dan melakukan aktifitas seperti hari kemarin, hal itu berulang kali kita lakukan bertahun-tahun !! Hingga akhirnya tiba saatnya untuk kita bekerja, tak jauh beda dengan bersekolah, kita harus bangun pagi-pagi untuk berangkat ke kantor, lalu pulang pada sore/malam harinya, kemudian kita tidur, keesokan harinya kita harus kembali bekerja lagi, dan melakukan aktifitas yang sama seperti kemarin, sampai kapan?
Pernahkah kita merasa bosan dengan aktifitas hidup kita?
Kalau ada di antara teman²ku ada yang merasakan demikian, dengarkanlah nasehatku ini :
"Bila hidup ini cuman suatu rentetan perulangan yang membosankan, maka kita akan kehilangan kesempatan untuk menemukan nilai baru di balik setiap peristiwa hidup."
Artinya, jangan melihat aktifitas yang kita lakukan ini sebagai suatu kebiasaan atau rutinitas , karena jika kita menganggap demikian, maka aktifitas kita akan amat sangat membosankan !!
Cobalah maknai setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup kita, mungkin kamu akan menemukan suatu yang baru, sesuatu yang belum pernah kamu ketahui sebelumnya, "Setiap hari merupakan hadiah baru yang menyimpan sejuta arti."
Ebit G Ade - Berita Dari Kawan
Perjalanan ini
Trasa sangat menyedihkan
Sayang engkau tak duduk
Disampingku kawan
Banyak cerita
Yang mestinya kau saksikan
Di tanah kering bebatuan
Tubuhku terguncang
Dihempas batu jalanan
Hati tergetar menatap
kering rerumputan
Perjalanan ini pun
Seperti jadi saksi
Gembala kecil
Menangis sedih ...
Kawan coba dengar apa jawabnya
Ketika di kutanya mengapa
Bapak ibunya tlah lama mati
Ditelan bencana tanah ini
Sesampainya di laut
Kukabarkan semuanya
Kepada karang kepada ombak
Kepada matahari
Tetapi semua diam
Tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri
Terpaku menatap langit
Barangkali di sana
ada jawabnya
Mengapa di tanahku terjadi bencana
Mungkin Tuhan mulai bosan
Melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga
dengan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan
Bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada
Rumput yang bergoyang
Trasa sangat menyedihkan
Sayang engkau tak duduk
Disampingku kawan
Banyak cerita
Yang mestinya kau saksikan
Di tanah kering bebatuan
Tubuhku terguncang
Dihempas batu jalanan
Hati tergetar menatap
kering rerumputan
Perjalanan ini pun
Seperti jadi saksi
Gembala kecil
Menangis sedih ...
Kawan coba dengar apa jawabnya
Ketika di kutanya mengapa
Bapak ibunya tlah lama mati
Ditelan bencana tanah ini
Sesampainya di laut
Kukabarkan semuanya
Kepada karang kepada ombak
Kepada matahari
Tetapi semua diam
Tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri
Terpaku menatap langit
Barangkali di sana
ada jawabnya
Mengapa di tanahku terjadi bencana
Mungkin Tuhan mulai bosan
Melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga
dengan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan
Bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada
Rumput yang bergoyang
Senin, 04 Oktober 2010
Lima Langkah Membangun Kehidupan Doa Yang Dasyat
Doa adalah nafas kehidupan orang percaya, namun tidak jarang banyak orang frustrasi untuk menjaga kehidupan doanya tetap konstan hingga menerima jawaban atas doa-doa yang mereka naikkan. Berikut ini adalah sebuah tips yang akan membawa kehidupan doa Anda masuk kedalam tingkatan yang baru.
1. Bertahan: Jangan berkecil hati. Terus naikkan pujian atas kebaikan Tuhan. (Yakobus 1:1-4)
Yakobus menyemangati kita untuk menganggap “sebagai suatu kebahagiaan” ketika kita menghadapi cobaan yang menguji iman kita. Hal ini mungkin terdengar sulit. Namun ketika kita bertahan saat menghadapi pencobaan itu, mengandalkan iman kita dan percaya bahwa Tuhan melihat hati kita, kita akan muncul menjadi pribadai yang “sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.”
Seringkali Tuhan mengijinkan kita mengalami tantangan dan cobaan karena pengalaman tersebut membentuk kita agar siap menerima jawaban doa yang telah Tuhan sediakan. Bahkan ditengah rasa sakit kita, jika tetap berdoa, berpegang pada firman-Nya dan percaya pada janji-janji-Nya, maka kita akan melihat kebaikannya akan membawa kita ke sebuah tempat yang lebih baik lagi.
2. Berhenti kuatir : Mintalah hikmat dari Tuhan berkaitan dengan situasi Anda saat ini. (Yakobus 1:5)
Tuhan akan memberikan hikmat kepada setiap orang yang memintanya. Dia akan memberikan dengan murah hati. Bahkan Dia sangat senang ketika orang-orang yang dikasihinya dating kepada-Nya dan mengungkapkan masalahnya. Seringkali kita mencoba keluar dari masalah kita dengan kekuatan kita sendiri dan datang kepada Tuhan sebagai pilihan terakhir. Allah berkata kepada kita dalam Yeremia 33:3, “Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.” Jika Anda datang kepada Tuhan dan bertanya kepada-Nya berkaitan dengan masalah yang sedang Anda hadapi, Tuhan berjanji akan menunjukkan cara-cara untuk menghadapinya.
3. Menghadapi Keraguan : Datang kepada Tuhan dengan iman – dan harapkanlah jawaban! (Yakobus 1:6-8)
Ketika Anda meminta bantuan Tuhan, ingatlah bahwa Dia setia. Ketika Yesus mengundang Petrus untuk berjalan dengan-Nya di atas air, Petrus dapat melakukannya - selama dia terus menatap pada Yesus dan tidak terfokus pada keadaan sekitarnya – ketika ia melihat gelombang di sekelilingnya dan air di bawahnya, ia tenggelam . Ketika Anda meminta Allah untuk menolong, fokus pada firman-Nya dan apa yang Dia sedang katakan didalam hati Anda. Jangan ijinkan situasi mengendalikan kehidupan Anda, namun buat iman Anda yang menentukan kehidupan Ada.
4. Ingatlah: Tuhan tidak dibatasi oleh keadaan Anda. (Yakobus 1:9-11)
Dengan standar dunia, orang-orang kaya memiliki peluang terbesar karena mereka memiliki sumber daya untuk mewujudkan impian mereka menjadi kenyataan. Mereka bias mendapatkan semua yang terbaik yang ditawarkan dunia, dan juga bisa mendapatkan kekuasaan serta pengaruh melalui kekayaan mereka. Sebaliknya, Tuhan tidak terkesan dengan kekayaan seseorang, melainkan dengan kesediaan kita untuk percaya kepadaNya dan ketaatan dalam apa yang telah dia firmankan. Jika kita kaya dalam iman, tidak ada batas untuk apa yang Tuhan dapat lakukan melalui kita!
5. Bertekun: Terus arahkan pandangan Anda pada Tuhan, dan bersyukur kepada-Nya untuk kemenangan yang Dia berikan! (Yakobus 1:12)
Melalui bertekun dalam doa di setiap saat, memuji Tuhan dan percaya kepada kebaikan-Nya, kita akan membangun karakter yang kita perlukan untuk siap menerima semua yang telah Tuhan persiapkan sehingga kita tidak akan kewalahan. Dan di setiap situasi kita akan muncul pemenang, hal ini adalah gambaran kecil dari kemenangan yang menanti semua orang percaya suatu hari nanti ketika kita menerima mahkota kehidupan yang Tuhan telah janjikan untuk mereka yang mengasihi Dia!
1. Bertahan: Jangan berkecil hati. Terus naikkan pujian atas kebaikan Tuhan. (Yakobus 1:1-4)
Yakobus menyemangati kita untuk menganggap “sebagai suatu kebahagiaan” ketika kita menghadapi cobaan yang menguji iman kita. Hal ini mungkin terdengar sulit. Namun ketika kita bertahan saat menghadapi pencobaan itu, mengandalkan iman kita dan percaya bahwa Tuhan melihat hati kita, kita akan muncul menjadi pribadai yang “sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.”
Seringkali Tuhan mengijinkan kita mengalami tantangan dan cobaan karena pengalaman tersebut membentuk kita agar siap menerima jawaban doa yang telah Tuhan sediakan. Bahkan ditengah rasa sakit kita, jika tetap berdoa, berpegang pada firman-Nya dan percaya pada janji-janji-Nya, maka kita akan melihat kebaikannya akan membawa kita ke sebuah tempat yang lebih baik lagi.
2. Berhenti kuatir : Mintalah hikmat dari Tuhan berkaitan dengan situasi Anda saat ini. (Yakobus 1:5)
Tuhan akan memberikan hikmat kepada setiap orang yang memintanya. Dia akan memberikan dengan murah hati. Bahkan Dia sangat senang ketika orang-orang yang dikasihinya dating kepada-Nya dan mengungkapkan masalahnya. Seringkali kita mencoba keluar dari masalah kita dengan kekuatan kita sendiri dan datang kepada Tuhan sebagai pilihan terakhir. Allah berkata kepada kita dalam Yeremia 33:3, “Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.” Jika Anda datang kepada Tuhan dan bertanya kepada-Nya berkaitan dengan masalah yang sedang Anda hadapi, Tuhan berjanji akan menunjukkan cara-cara untuk menghadapinya.
3. Menghadapi Keraguan : Datang kepada Tuhan dengan iman – dan harapkanlah jawaban! (Yakobus 1:6-8)
Ketika Anda meminta bantuan Tuhan, ingatlah bahwa Dia setia. Ketika Yesus mengundang Petrus untuk berjalan dengan-Nya di atas air, Petrus dapat melakukannya - selama dia terus menatap pada Yesus dan tidak terfokus pada keadaan sekitarnya – ketika ia melihat gelombang di sekelilingnya dan air di bawahnya, ia tenggelam . Ketika Anda meminta Allah untuk menolong, fokus pada firman-Nya dan apa yang Dia sedang katakan didalam hati Anda. Jangan ijinkan situasi mengendalikan kehidupan Anda, namun buat iman Anda yang menentukan kehidupan Ada.
4. Ingatlah: Tuhan tidak dibatasi oleh keadaan Anda. (Yakobus 1:9-11)
Dengan standar dunia, orang-orang kaya memiliki peluang terbesar karena mereka memiliki sumber daya untuk mewujudkan impian mereka menjadi kenyataan. Mereka bias mendapatkan semua yang terbaik yang ditawarkan dunia, dan juga bisa mendapatkan kekuasaan serta pengaruh melalui kekayaan mereka. Sebaliknya, Tuhan tidak terkesan dengan kekayaan seseorang, melainkan dengan kesediaan kita untuk percaya kepadaNya dan ketaatan dalam apa yang telah dia firmankan. Jika kita kaya dalam iman, tidak ada batas untuk apa yang Tuhan dapat lakukan melalui kita!
5. Bertekun: Terus arahkan pandangan Anda pada Tuhan, dan bersyukur kepada-Nya untuk kemenangan yang Dia berikan! (Yakobus 1:12)
Melalui bertekun dalam doa di setiap saat, memuji Tuhan dan percaya kepada kebaikan-Nya, kita akan membangun karakter yang kita perlukan untuk siap menerima semua yang telah Tuhan persiapkan sehingga kita tidak akan kewalahan. Dan di setiap situasi kita akan muncul pemenang, hal ini adalah gambaran kecil dari kemenangan yang menanti semua orang percaya suatu hari nanti ketika kita menerima mahkota kehidupan yang Tuhan telah janjikan untuk mereka yang mengasihi Dia!
Langganan:
Postingan (Atom)