Rabu, 20 Oktober 2010

Arti Sebuah Kesempurnaan..

Seorang lelaki yg sangat tampan dan sempurna merasa bahwa Tuhan pasti menciptakan seorang perempuan yg sangat cantik dan sempurna pula untuk jodohnya.Karena itu ia pergi berkeliling untuk mencari jodohnya. Kemudian sampailah ia disebuah desa. Ia bertemu dengan seorang petani yg memiliki 3 anak perempuan dan semuanya sangat cantik. Lelaki tsb menemui bapak petani dan mengatakan bahwa ia ingin mengawini salah satu anaknya tapi bingung ; mana yang paling sempurna.

Sang Petani menganjurkan untuk mengencani mereka satu persatu dan si Lelaki setuju. Hari pertama ia pergi berduaan dengan anak pertama. Ketika pulang,ia berkata kepada bapak Petani," Anak pertama bapak memiliki satu cacat kecil, yaitu jempol kaki kirinya lebih kecil dari jempol kanan."

Hari berikutnya ia pergi dgn anak yang kedua dan ketika pulang dia berkata,"Anak kedua bapak juga punya cacat yang sebenarnya sangat kecil yaitu agak juling."

Akhirnya pergilah ia dengan anak yang ketiga. Begitu pulang ia dengan gembira mendatangi Petani dan berkata,"inilah yang saya cari-cari. Ia benar-benar sempurna."

Lalu menikahlah si Lelaki dgn anak ketiga Petani tersebut. Sembilan bulan kemudian si Istri melahirkan. dengan penuh kebahagian, si Lelaki menyaksikan kelahiran anak pertamanya. Ketika si anak lahir, Ia begitu kaget dan kecewa karena anaknya sangatlah jelek. Ia menemui bapak Petani dan bertanya " Kenapa bisa terjadi seperti ini Pak. Anak bapak cantik dan saya Tampan, Kenapa anak saya bisa sejelek itu..?""

Petani menjawab," Ia mempunyai satu cacat kecil yang tidak kelihatan . Waktu itu Ia sudah hamil duluan....."

Kadangkala saat kita mencari kesempurnaan, yang kita dapat kemudian kekecewaan. Tetapi kala kita siap dengan kekurangan, maka segala sesuatunya akan terasa istimewa.

Senin, 18 Oktober 2010

Kerinduan Seorang Bapak

Mazmur 103:13
“Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.”

Saya pernah membaca sebuah kisah, dimana ada seorang ayah yang sangat merindukan anak yang telah melarikan diri dari rumah karena mengalami konflik dengan dirinya. Setelah beberapa lama mencari kesana kemari dan tidak menemukan sang anak, bapak itu akhirnya memutuskan untuk memasang sebuah iklan di surat kabar.

Iklan itu berbunyi, “Anakku Roy, papa sangat merindukanmu nak. Pulanglah, papa telah memaafkan semua kesalahanmu. Jika engkau mau memaafkan papa, dan bersedia pulang kerumah, datanglah ke depan air mancur di taman kota besok. Papa menunggumu disana.”

Hari berikutnya, sang bapak datang ke tempat yang telah ia tentukan seperti yang tertulis dalam iklan. Namun ia begitu kaget, karena disana tidak hanya ia menemukan anaknya, namun ada puluhan orang pemuda yang bernama Roy berdatangan. Mereka adalah anak-anak muda yang rindu untuk mendapatkan pengampunan dan penerimaan tanpa syarat dari orang tuanya.

Tahukah Anda bahwa Tuhan memberikan undangan yang sama kepada umat manusia? Melalui Yesus Kristus, Bapa Sorgawi memberitakan kepada seluruh dunia bahwa Dia telah mengampuni seluruh dosa manusia dan Ia menantikan agar kita datang kepada-Nya. Ia rindu agar hubungan kita dengan Dia dipulihkan. Bapa rindu agar anak-anak-Nya kembali ke dalam pelukan-Nya. Namun, apakah kita mau datang kepada-Nya dengan kerinduan untuk menerima pemulihan hubungan itu? Hal tersebut kembali kepada kita masing-masing.

Apapun keadaan Anda, Bapa Sorgawi sedang menantikan kedatangan Anda. Ia mengasihi Anda dan tidak mengingat lagi apa yang telah lalu.

Sabtu, 16 Oktober 2010

Letak Kekuatan

Ada kekuatan di dalam cinta, dan orang yang sanggup memberikan cinta adalah orang yang kuat, karena ia bisa mengalahkan keinginannya untuk mementingkan diri sendiri.

Ada kekuatan dalam tawa kegembiraan, dan orang yang tertawa gembira adalah orang yang kuat karena ia tidak pernah terlarut dengan tantangan dan cobaan.

Ada kekuatan di dalam kedamaian diri, dan orang yang dirinya penuh damai bahagia adalah orang yang kuat karena ia tidak pernah tergoyahkan dan tidak mudah diombang-ambingkan.

Ada kekuatan di dalam kemurahan, dan orang yang murah hati adalah orang yang kuat karena ia tidak pernah menahan mulut dan tangannya untuk melakukan yang baik bagi sesamanya.

Ada kekuatan di dalam kebaikan, dan orang yang baik adalah orang yang kuat karena ia selalu mampu melakukan yang baik bagi semua orang.

Ada kekuatan di dalam kesetiaan, dan orang yang setia adalah orang yang kuat karena ia bisa mengalahkan nafsu dan keinginan pribadi dengan kesetiaannya kepada Tuhan dan sesama.

Ada kekuatan di dalam kelemah-lembutan, dan orang yang lemah lembut adalah orang yang kuat, karena ia bisa menahan diri untuk tidak membalas dendam.

Ada kekuatan di dalam penguasaan diri, dan orang yang bisa menguasai diri adalah orang yang kuat karena ia bisa mengendalikan segala nafsu keduniawian.

Di situlah letak dimana semua Kekuatan Sejati berada...

Sadarilah Anda juga memiliki cukup kekuatan untuk mengatasi segala masalah Anda. Dimanapun juga, seberat dan serumit apapun juga.

Kamis, 14 Oktober 2010

Doa Bapa Kami (Batak Version)

Ale Amanami nadi banua ginjang.
Sai pinarbadia ma goarMu.
Sai ro ma harajaonMu.
Sai saut ma lomo ni rohaM
Di banua tonga on songon nadi banua ginjang.
Lehon ma tu hami sadari on hangoluan siapari.
Sesa ma dosanami, songon panesanami di dosa ni dongan namardosa tu hami.
Unang hami togihon tu pangunjunan.
Palua ma hami sian pangago.
[Ai Ho do nampuna harajaon dohot hagogoon rodi hasangapon saleleng ni lelengna.
Amen.]

Rabu, 13 Oktober 2010

Cinta Tak Bersyarat Menyehatkan

Setiap orang pasti ingin dicintai oleh orang lain. Tidak ada satu manusia pun yang menginginkan dirinya diperlakukan kasar oleh orang lain. Cinta adalah kebutuhan seperti makanan, pakaian, dan rumah yang harus dipenuhi di dalam diri seseorang. Bila tidak, maka orang tersebut akan menjadi “monster” dan membawa pengaruh buruk bagi lingkungan sekitar.

Namun, dalam kenyataan, kita sering menemukan banyak orang yang sudah mendapatkan cinta dari orang lain, tetapi justru hidupnya merasa tertekan atau tidak bahagia? Apakah cinta dapat membuat efek negatif bagi diri manusia? Jawabannya karena cinta yang mereka dapatkan seringkali bersyarat.

Seorang ayah atau ibu akan sangat menyayangi anak-anaknya jika anak-anaknya tersebut menjadi siswa berprestasi di sekolah atau memiliki keahlian dalam bidang tertentu. Hadiah demi hadiah akan mereka berikan bila buah hatinya membawa pulang piala atau mendapatkan medali dari suatu ajang kompetisi tertentu. Apabila anak-anak mereka kalah atau rangkingnya jeblok di sekolah, maka omelan dan kata-kata kasar akan dikeluarkan oleh orang tua.

Tidak jauh berbeda pemandangan tersebut dengan hubungan sepasang suami-istri. Seorang suami akan sangat menyayangi istri jika istrinya terampil dan telaten mengurus dirinya dan juga rumah mereka. Begitu pun juga istri, ia akan sangat mencintai sang suami apabila suaminya mendapatkan banyak uang atau memiliki karir yang bagus sehingga membuat keluarga mereka menjadi terpandang di lingkungan sekitar.

Ada begitu banyak contoh cinta bersyarat yang bisa kita lihat di dunia ini dan sangat berpotensi merusak kehidupan seseorang. Seorang psikolog terkenal, Erich Fromm dalam bukunya yang berjudul The Art of Loving menulis, “orang yang dicintai karena alasan pantas atau dianggap berhak menerima cinta selalu menimbulkan keraguan: mungkin saya tak dapat membahagiakan orang yang saya inginkan dapat mencintai saya atau mungkin selalu ada rasa cemas, jangan-jangan suatu waktu cinta akan lenyap. Selain itu, cinta yang didapat karena alasan pantas menerimanya selalu meninggalkan rasa getir dalam kesan bahwa orang dicintai bukan karena dirinya, melainkan karena kemampuannya membuat orang lain senang. Ini bukan cinta, melainkan manipulasi!”

Cinta seharusnya diberikan secara cuma-cuma. Ia tidak mengharapkan balasan dari orang lain atau memberikan syarat-syarat tertentu ketika mempraktikkannya. Cinta ini sering disebut manusia sebagai cinta sejati.

Cinta sejati sangatlah menyehatkan. Cinta ini tidak membuat orang yang menerimanya merasa tertekan, justru ia akan bahagia karena diperlakukan secara tulus. Jadi, jika Anda dan orang-orang di sekeliling Anda tetap sehat, pancarkanlah cinta sejati, cinta yang tanpa syarat.

Selasa, 12 Oktober 2010

Bible's Way For Success

RINDU MENYENANGKAN TUHAN? BERSIAPLAH UNTUK SUKSES, KARENA TUHAN SENANG BILA ANDA SUKSES

Tahukah Anda, Alkitab mengandung rahasia-rahasia sukses sejati? Baik sukses memperoleh hidup kekal di surga (Yohanes 3:16), maupun sukses memperoleh hidup berlimpah di dunia (Yohanes 10:10). Terinspirasi dari hidup Yesus – Sang Pemimpin Tersukses -- buku BIBLE’S WAY FOR SUCCESS menolong Anda menemukan petunjuk-petunjuk hidup sukses yang sederhana namun aplikatif dan efektif untuk mengatasi tantangan dunia di akhir zaman.

Buku ini pasti menolong umat TUHAN yang ingin bangkit dari kegagalan dan kemalangan menuju keberhasilan dan keberuntungan serta mempertahankan dan mewariskan sukses, memotivasi Anda yang ingin menyenangkan hati TUHAN melalui hidup Anda, membukakan mata rohani Anda yang ingin mengenalNya dari sudut pandang yang baru dan berbeda, maupun alat pelengkap Anda yang rindu menolong orang lain mengenal Yesus secara bermanfaat dan simpatik.

Inilah solusi terbaik bagi umat TUHAN untuk menang atas masa kesukaran di akhir zaman, kontribusi terbaik di tengah perjuangan Anda untuk hidup lebih berkualitas, dan persembahan terbaik bagi orang yang rindu semakin merasakan kepedulian dan kehadiran TUHAN di hidup kita. Ini saatnya mengalami janji TUHAN bagi kita karena bukan hanya mujizat itu nyata tetapi juga sukses itu nyata!

Jonathan Prawira – selama lebih dari sepuluh tahun melayani umat TUHAN di seluruh dunia melalui ribuan lagu-lagu rohani yang ditulisnya. Sejak tahun 2005-2009 terpilih meraih penghargaan sebagai penulis lagu rohani terbaik versi IGMA. Penulis buku inspirasi Hati Sebagai Hamba, Mujizat Itu Nyata, Never Give Up, dan Driven Purpose Worship ini aktif melayani sebagai pemuji dan inspirator rohani di berbagai gereja di seluruh Indonesia dan berbagai media. Visinya saat ini adalah menolong gereja membangun penyembah sejati yang sukses di akhir zaman, baik di komunitas Power Of Worship di Jakarta dan berbagai wilayah lainnya.

Senin, 11 Oktober 2010

Jesus' Disciples

Disciple: A follower of person or idea: somebody who believes in and follows the teachings of a leader, a philosophy, or a religion.

The verses below cause me to think Christians take the idea of being Jesus’ disciple way too lightly.

Mt:10:24-25: The disciple is not above his master, nor the servant above his lord. 5: It is enough for the disciple that he be as his master, and the servant as his lord. If they have called the master of the house Beelzebub, how much more shall they call them of his household?

Lk:6:40: The disciple is not above his master: but every one that is perfect shall be as his master.

(These two scriptures say that Jesus’ disciples should be modeling their lives after Him. And that they should be prepared to suffer persecution because they are His disciples.)

Lk:14:26-33: If any man come to me, and hate not his father, and mother, and wife, and children, and brethren, and sisters, yea, and his own life also, he cannot be my disciple. 27: And whosoever doth not bear his cross, and come after me, cannot be my disciple. 28: For which of you, intending to build a tower, sitteth not down first, and counteth the cost, whether he have sufficient to finish it? 29: Lest haply, after he hath laid the foundation, and is not able to finish it, all that behold it begin to mock him, 30: Saying, This man began to build, and was not able to finish. 31: Or what king, going to make war against another king, sitteth not down first, and consulteth whether he be able with ten thousand to meet him that cometh against him with twenty thousand? 32: Or else, while the other is yet a great way off, he sendeth an ambassage, and desireth conditions of peace. 33: So likewise, whosoever he be of you that forsaketh not all that he hath, he cannot be my disciple.

(This scriptures says that Jesus’ disciples are supposed to put Him first in their lives, even to the forsaking all other interests, if those interests conflict with their mission of being Christ’s disciple.)

Matt: 28:18-20: And Jesus came and spake unto them, saying, All power is given unto me in heaven and in earth. 19: Go ye therefore, and teach all nations, baptizing them in the name of the Father, and of the Son, and of the Holy Ghost: 20: Teaching them to observe all things whatsoever I have commanded you: and, lo, I am with you alway, even unto the end of the world.
Amen.

(This scripture says The Great Commission is to make disciples for Jesus of all nations. Is that what is taking place? Do we really comprehend the scope of this concept? Can you imagine a church--all churches living and talking and ministering as Jesus did? We would not marvel at what He said in Jn: 14:12-14, if we did.)

Jn: 14:12-14: Verily, verily, I say unto you, He that believeth on me, the works that I do shall he do also; and greater works than these shall he do; because I go unto my Father.13: And whatsoever ye shall ask in my name, that will I do, that the Father may be glorified in the Son. 14: If ye shall ask any thing in my name, I will do it. 15: If ye love me, keep my commandments.